Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Sekretariat Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), Eduardo Pedrosa, menyebut Indonesia berada pada posisi yang strategis untuk memfasilitasi dialog antar ekonomi anggota.
APEC beranggotakan 21 entitas ekonomi di kawasan Asia-Pasifik yang didirikan pada 1989 dengan keanggotaan meliputi negara-negara utama di sekitar lingkar Pasifik, mulai dari negara berkembang dan negara maju.
“Peran Indonesia pada dasarnya adalah mengambil posisi yang memungkinkan kita memahami apa yang terjadi di berbagai bagian kawasan dan membantu memfasilitasi dialog,” kata Pedrosa.
Pedrosa menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai salah satu perekonomian terbesar di APEC sekaligus yang terbesar di ASEAN. Menurutnya, Indonesia berada pada titik pertemuan antara negara-negara berkembang dan negara-negara dengan ekonomi maju.
Kondisi tersebut dinilai memberi Indonesia keunggulan dalam memahami dinamika kawasan yang kian terfragmentasi, di tengah beragam pendekatan serta kepentingan yang berkembang di berbagai negara.
“Indonesia, meskipun saat ini pertumbuhannya melambat, tetap merupakan ekonomi yang tumbuh dengan cepat. Karena itu, Indonesia berada pada posisi yang sangat strategis: dapat banyak belajar dari proses tersebut, sekaligus memberikan kontribusi yang besar,” ucapnya.
Pedrosa pun menyoroti peranan penting Indonesia dalam memimpin pembahasan ekonomi digital yang manfaatnya kini telah dirasakan secara luas. Menurutnya, tingkat adopsi teknologi di Indonesia sangat cepat dan Indonesia juga termasuk salah satu pengguna ponsel terbesar, serta sangat aktif dalam penggunaan platform digital untuk e-commerce dan berbagai layanan lainnya.
“Indonesia memiliki peran yang besar, dan tentu saja masih dapat berbuat lebih banyak. Akan sangat membantu jika Indonesia mengambil kepemimpinan yang lebih kuat untuk memastikan berbagai perekonomian di kawasan dapat disatukan,” kata dia.
APEC 2026 mengangkat tema “Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Makmur Bersama” dengan China sebagai tuan rumah perhelatan tersebut.
Anggota-anggota APEC adalah Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chile, China, Hong Kong-China, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Filipina, Peru, Papua Nugini, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat dan Vietnam.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan akan ada sekitar 300 acara yang akan diselenggarakan oleh berbagai kota di seluruh China selama menjadi tuan rumah APEC.
Baca juga: APEC 2026 angkat isu penguatan integrasi ekonomi regional
Baca juga: APEC bahas penguatan pembiayaan UMKM untuk integrasi ke rantai pasok
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4507658/original/096821900_1689813810-000_33PE8QV.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422665/original/078452500_1764036215-Nico_Paz_dari_Como.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401569/original/058368400_1762214624-wirtz.jpg)

