Jakarta (ANTARA) - Kanada menegaskan komitmennya terhadap perdagangan dan integrasi ekonomi di kawasan Asia-Pasifik, termasuk hubungannya dengan Indonesia.
"Perdagangan dan integrasi ekonomi merupakan inti dari komitmen ini," kata Penjabat Kepala Misi Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia Juan Pablo Valdez dalam lokakarya bertajuk "Connecting Policy, Business & People: Digital Finance and Market Readiness for Inclusive MSMEs," Jakarta, Jumat.
Valdez menilai kawasan Asia-Pasifik sangat penting bagi kemakmuran dan keterlibatan global Kanada. Asia-Pasifik juga salah satu kawasan ekonomi paling dinamis di dunia, pusat inovasi, sekaligus mitra kunci untuk pertumbuhan jangka panjang Kanada.
Komitmen Kanada terhadap kawasan tersebut, kata dia, sangat dalam dan berakar pada keyakinan bersama terhadap pasar yang terbuka, perdagangan berbasis aturan, dan pembangunan inklusif yang tidak mengabaikan siapa pun.
Kanada telah terhubung erat dengan kawasan tersebut melalui jaringan perjanjian perdagangan bebas berstandar tinggi, termasuk partisipasinya dalam perjanjian komprehensif dan progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (TPP).
Pada saat yang sama, Kanada secara aktif memajukan negosiasi perdagangan dan kerangka kerja kerja sama ekonomi yang tengah berlangsung dengan mitra di seluruh Asia Tenggara, seperti Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) yang baru saja disepakati dengan Indonesia dan negosiasi yang sedang berlangsung dengan ASEAN.
Kesepakatan dan inisiatif tersebut, kata Valdez, bukan hanya memperluas arus perdagangan, tetapi menciptakan lingkungan ekonomi yang transparan, dapat diprediksi, dan inklusif, serta pro-UMKM.
Kesepakatan tersebut juga mempromosikan kesetaraan gender, dan mendorong inovasi yang bertanggung jawab, termasuk dalam ekonomi digital di seluruh negara anggota APEC.
UMKM mewakili mayoritas bisnis dan sebagian besar lapangan kerja, katanya. Namun, banyak UMKM, khususnya yang dimiliki dan dipimpin oleh perempuan, serta yang berada di daerah pedesaan dan terpencil, terus menghadapi tantangan dalam mengakses pembiayaan, mengadopsi perangkat digital, dan menjangkau pasar baru.
Untuk itu, keuangan digital dan kesiapan pasar dapat memainkan peran transformatif. "Sistem keuangan digital yang inklusif dapat membantu UMKM untuk meningkatkan skala bisnis mereka dan terhubung ke rantai nilai regional dan global," katanya.
Jika didukung oleh kebijakan yang koheren, keuangan digital dapat memperluas akses ke kredit, meningkatkan ketahanan keuangan, dan memungkinkan UMKM untuk mendapatkan manfaat yang lebih penuh dari perjanjian perdagangan dan integrasi ekonomi regional, demikian kata Valdez.
Baca juga: Kanada dukung wirausaha perempuan Indonesia usai ICA-CEPA diteken
Baca juga: Kanada kucurkan Rp266 M ke Indonesia, fokus UMKM, iklim, kesehatan
Pewarta: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4507658/original/096821900_1689813810-000_33PE8QV.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422665/original/078452500_1764036215-Nico_Paz_dari_Como.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401569/original/058368400_1762214624-wirtz.jpg)

