REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono meminta para kader partainya di Jawa Tengah (Jateng) agar solid dan tak lagi memperpanjang masalah perbedaan internal. Dia mengatakan, PPP membutuhkan kekompakan untuk bisa bersaing dalam pemilu 2029.
Mardiono mengungkapkan, perjuangan partai tidak sama dengan perjuangan individu. "Kita berkelompok, berkoordinasi, karena ingin mendapatkan kekuatan yang besar, sehingga melahirkan kebijakan-kebijakan besar yang bisa bermanfaat bagi orang banyak, tidak hanya untuk kita sendiri," ucapnya saat membuka Muswil IX DPW PPP Jateng di Hotel Patra Semarang, Sabtu (7/2/2026).
"Mari kita kedepankan, kepentingan perjuangan adalah kepentingan yang segala-galanya, di atas kepentingan pribadi dan golongan. Tidak usah kita melanjutkan soal perbedaan," tambah Mardiono.
Muktamar PPP ke-10 yang digelar di Jakarta pada September 2025 lalu diketahui berakhir dengan aksi saling klaim kursi ketua umum secara aklamasi antara Mardiono dan Agus Suparmanto. Namun kedua kubu akhirnya berhasil islah. Sebanyak 30 dari 35 DPC PPP se-Jateng mendukung Agus sebagai ketua umum dalam Muktamar PPP tahun lalu.
Dalam lanjutan sambutannya di Muswil IX DPW PPP Jateng, Mardiono mengatakan bahwa politisi harus siap menghadapi perbedaan. "Kalau tidak siap untuk berbeda pandangan, berarti bukan politisi. Karena politisi disiapkan untuk menjadi pemimpin, dan pemimpin pasti akan berhadapan dengan perbedaan-perbedaan," ujarnya.
Dia menambahkan, setiap perbedaan harus bisa diselesaikan melalui dialog hingga melahirkan sebuah keputusan yang dapat disepakati. "Tapi ketika sudah menjadi keputusan, ya itulah yang harus dijalankan," kata Mardiono.
"Jadi politisi harus siap menghadapi perbedaan, tapi juga harus mampu menyelesaikan. Kan dari perbedaan itu, kemudian itu menjadi aset kekuatan bagi sebuah perjuangan," sambung Mardiono.
Dia mengungkapkan, dalam pemilu 2029 mendatang, PPP memiliki target agar dapat kembali lolos ke Senayan. Menurutnya, hal itu membutuhkan konsolidasi partai yang kuat.
"Apalagi nanti pemilu 2029, itu 60-70 persen (pemilih) adalah Generasi Z dan Generasi Milenial. Oleh karena itu, kita harus kerja langsung pada kerja-kerja elektoral, turun di lapangan, terus berkomunikasi dengan masyarakat," ucap Mardiono.
Saat diwawancara seusai menyampaikan sambutan, Mardiono mengatakan, dia berharap Muswil IX DPW PPP Jateng tidak hanya fokus membentuk struktur kepengurusan baru. "Tapi ada yang lebih besar, yaitu bagaimana menyusun agenda-agenda politik menyongsong pemilu 2029. Itu paling utama," ujarnya.
Dia berpendapat, persaingan dalam pemilu 2029 akan lebih sengit. Menurutnya, PPP harus merumuskan komunikasi politik yang tepat untuk menggaet suara Generasi Z dan Milenial. "Di samping itu, nanti pemilu 2029 mungkin partainya akan lebih banyak, akan bertambah," kata Mardiono.
Muswil IX DPW PPP Jateng dihadiri 35 perwakilan DPC PPP se-Jateng. Muswil tersebut mengangkat tema "Semangat Kebersamaan, Kekompakan, Bersatu Menuju Pemilu 2029".

2 hours ago
1























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4507658/original/096821900_1689813810-000_33PE8QV.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422665/original/078452500_1764036215-Nico_Paz_dari_Como.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401569/original/058368400_1762214624-wirtz.jpg)

