REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Antusiasme penonton terhadap gelaran Originfest 2026 sangat tinggi. Festival musik tahunan besutan Origin Entertainment ini berhasil mencatat penjualan tiket hingga menembus angka 12 ribu penonton jelang pelaksanaan acara yang akan digelar di Parkir Timur Stadion Maguwoharjo, Sabtu (7/2/2026).
Owner Origin Entertainment, Dona Marsita mengungkapkan, capaian tersebut berada di luar perkiraan awal penyelenggara. Lonjakan tersebut menandai peningkatan signifikan jika dibandingkan edisi perdana Originfest pada 2025 lalu yang dihadiri sekitar 8.500 penonton. Tahun ini, belasan ribu penikmat musik dipastikan siap “goyang bareng” menikmati sajian lintas genre yang diperkuat kehadiran musisi internasional asal Jepang.
"Target awal kami sebenarnya 10 ribu saja, tapi alhamdulillah saat ini sudah melebihi target. Kapasitas maksimal kami di angka 15 ribu penonton," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar, Jumat (6/2/2026).
Untuk mengakomodasi antusiasme tersebut, penyelenggara juga melakukan penyesuaian tata ruang festival. Area konser yang sebelumnya memanfaatkan sisi barat dan utara Stadion Maguwoharjo kini dipindahkan ke sisi timur yang dinilai lebih luas dan mampu menunjang kenyamanan pengunjung.
Ia menyampaikan festival musik Originfest 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang eksperimen kurasi musik berbasis data penjualan merchandise. Tahun ini, Originfest ingin menghadirkan pendekatan berbeda dalam menyusun line-up, sekaligus mempertegas perannya dalam mendukung regenerasi skena musik lokal dan nasional. Secara keseluruhan, terdapat 23 line up lokal dan internasional yang dijadwalkan tampil sepanjang acara.
"Ini tahun kedua Originfest. Komposisi band tahun ini jauh lebih kuat dan beragam," ungkapnya.
Format tiga panggung tetap dipertahankan, akan tetapi akan ada pembaruan komposisi berupa dua panggung utama dan satu panggung kecil. Skema ini dirancang agar penampilan band besar dapat berlangsung berurutan tanpa jeda panjang, sekaligus memberi ruang eksklusif bagi musisi pendatang baru. Sementara panggung ketiga secara khusus diproyeksikan sebagai wadah bagi band-band emerging.
Kehadiran nama-nama seperti Negatifa dan Modern Gun juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan warna baru sekaligus mendorong regenerasi dalam ekosistem musik yang diusung Originfest. Ia kemudian menyampaikan keunikan Originfest semakin terlihat dari proses kurasi pengisi acara yang tidak berangkat dari klasifikasi genre semata. Line-up festival disusun berdasarkan data penjualan merchandise di toko milik penyelenggara, yang dianggap merepresentasikan minat dan percakapan audiens secara organik.
"Kita berangkat dari toko merchandise. Dari situ kita bisa gali mana yang lagi ramai dibicarakan orang. Penjualan merchandise kita konversikan ke line-up. Jadi mixing-nya dari situ, mulai dari punk, pop, hingga metal hardcore ada semua," katanya.
Menariknya lagi, Sable Hills akan berbagi panggung dengan deretan nama besar dari skena musik keras tanah air. Seperti Burgerkill feat Vicky Mono, Rebellion Rose, Over Distortion, hingga Jansen Ranti. Pemilihan Sable Hills sebagai penampil utama pun disebut melalui pertimbangan matang. Selain memiliki konsep musik yang unik, band asal Jepang ini juga mencatatkan performa digital yang kuat.
"Sable Hills kami pilih berdasarkan banyak referensi. Selain sedang viral, insight pendengarnya di platform musik digital sangat tinggi, lebih dari 80 persen," kata dia.
Segmen khusus bertajuk The Sing-Along Kings diisi oleh deretan legenda musik nasional. Pada segmen ini, harmoni vokal The Adams berpadu dengan orasi lirik khas FSTVLST yang dikenal kuat membangun keterlibatan emosional penonton. Selain itu, penampilan dibagi ke dalam beberapa segmen tematik seperti The Explorers, The Boosters, dan The Catalyst. Berbagai nama lintas genre dijadwalkan tampil, mulai dari Biru Baru, Murphy Radio, Modern Guns, Alkateri, hingga Fornicaras, Horush, Vortex of Hatred, dan aksi teatrikal mistis Tahlilan yang menawarkan pengalaman audio-visual berlapis.
Kehadiran musisi internasional dalam Originfest 2026 juga bukan keputusan semata-mata artistik. Penyelenggara merujuk pada data Spotify yang menunjukkan lebih dari 70 persen pendengar mereka berasal dari Indonesia. Data tersebut menjadi landasan dalam membangun diferensiasi festival ini di tengah maraknya agenda musik nasional.
Bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket, panitia masih membuka penjualan Tiket Reguler On The Spot (OTS). Setiap penampil dijadwalkan tampil selama kurang lebih 55 menit, sementara pengunjung juga dapat mengakses berbagai merchandise eksklusif hasil kolaborasi dengan hampir seluruh band pengisi acara.
"Saat ini, semua kategori Sold Out, menyisakan kuota terakhir untuk kategori Tiket Reguler On The Spot di mitra resmi YesPlis dan pembelian langsung di venue acara," ungkapnya.

3 hours ago
1























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4507658/original/096821900_1689813810-000_33PE8QV.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5422665/original/078452500_1764036215-Nico_Paz_dari_Como.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401569/original/058368400_1762214624-wirtz.jpg)

